Value Creation #1: Apa aja jenis value yang bisa ditawarkan oleh bisnis?

Oke, Tanpa perlu basa-basi, singkatnya, ada 12 jenis value yang bisa ditawarkan oleh suatu bisnis (let’s call it 12 standard forms of value) , dan masing-masing memiliki karakteristik yang bervariasi satu sama lain. Berikut adalah daftarnya:

1.) Product

Ciptakan suatu barang, lalu jual melebihi biaya yang dibutuhkan untuk membuatnya.

Contoh: Makanan, Minuman, Baju, dll.

Step-by-step:

  1. Ciptakan barang yang diinginkan/dibutuhkan pasar
  2. Pasang harga sewajarnya, namun tetap memprioritaskan kualitas
  3. Jual barang sebanyak-banyaknya
  4. Pastikan inventory tetap penuh agar bisa memenuhi order

 

2.) Service

Tawarkan suatu layanan, lalu pasang harga atas manfaat yang diberikan.

Contoh: Dokter, Pengacara, dll.

Step-by-step:

  1. Pekerjakan seseorang yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh pasar
  2. Pastikan bahwa jasa dilakukan secara professional
  3. Pertahankan konsumen (costumer retention)

 

3.) Shared Resource

Miliki sebuah aset yang dapat digunakan banyak orang, lalu pasang harga yang dapat menutup biaya pengelolaan aset.

Contoh: Warnet, Odong-odong, dll.

Step-by-step:

  1. Miliki asset yang bisa dinikmati oleh pasar
  2. Layani setiap pelanggan tanpa mengurangi kualitas aset yang ditawarkan
  3. Pasang harga yang cukup untuk mengelola maintenance asset/mengembangkannya

Continue reading “Value Creation #1: Apa aja jenis value yang bisa ditawarkan oleh bisnis?”

Advertisements

Management Journey

Jika dihitung-hitung, Gue udah lama belajar tentang Manajemen Bisnis, terhitung sejak gue masuk kuliah S1, hingga sekarang ini. Namun, kalo gue boleh jujur, gue masih rada bingung kalo ada orang yang nanya “Sebenernya apa sih yang lo dapet dari belajar manajemen? Apa implikasinya di dunia nyata?”

Boy, oh boy, that was a good punch in the gut! Karena ketika gue menarik kembali ke masa-masa ketika gue belajar tentang Manajemen Bisnis secara formal.. ada terlalu banyak teori dan konsep yang harus dipahami dan dihafalkan. Semuanya tersebar kaya potongan-potongan puzzle, dan mau ga mau gue harus telen dan nikmati semuanya secara bersamaan. Sampai-sampai gue lupa untuk menjawab pertanyaan dasarnya: Apa itu manajemen bisnis? Apa Manfaatnya? Bagaimana Prakteknya?

Continue reading “Management Journey”

Curiosity Rocks

Dulu gue pernah mendengar sebuah opini yang menyatakan bahwa ada satu hal yang membuat umat manusia mampu berkembang hingga seperti sekarang ini, yaitu: rasa ingin tahu.

Kurang lebih gue percaya dengan opini itu, setidaknya hingga saat ini.

Karena pada dasarnya, apa yang udah dicapai sama umat manusia saat ini berawal dari rasa ingin tahu, setiap permasalahan pasti dibahas pemecahannya melalui pertanyaan-pertanyaan, dan pertanyaan merupakan manifestasi dari rasa ingin tahu.

Berdasarkan pemahaman ini juga, menurut gue prinsip ini bisa diaplikasikan ke kehidupan pribadi, karena jika kita mengoptimalkan rasa ingin tahu kita, rasanya ga ada batas untuk apa yang bisa kita capai, well, dengan catatan rasa ingin tahu itu emang bener-bener diusahakan untuk dipenuhi, namun tentunya setiap percobaan untuk memenuhi rasa penasaran selalu berujung pada resiko, resiko waktu terbuang, resiko energi terbuang, resiko usaha yang sia-sia, dan sebagainya.

Continue reading “Curiosity Rocks”

Exist to Coexist

Sebenernya ini topik yang kurang gue suka (soalnya sangat mengundang debat kusir, dan gue bener-bener ga suka debat kusir, da aku mah apa atuh, terlalu senang berdamai), tapi apa mau dikata, akhir-akhir ini di sosial media semuanya lagi ngebahas soal ini, jadi biar dibilang gaul ikut ngebahas ini juga deh.

……

Mainstream banget ya gue.

Alright, jadi kali ini topiknya tentang keberagaman, eh, rasanya dulu disini gue pernah ngepost soal ini ya? tapi dulu banget sih waktu gue masih SMA, nulisnya pun masih acak-acakan (sampe sekarang sih), dan sekarang tergerak untuk ngebahas ini lagi karena… yaa, lagi pengen aja. Harap dimaklumi karena gue emang sangat minim inspirasi dan motivasi. Angin-anginan to the max.

Anyway.

Berdasarkan observasi komprehensif yang gue lakukan melalui scrolling feed di instagram (gila, kredibel banget!), gue dapat menyimpulkan bahwa saat ini semakin banyak orang yang terdorong untuk menyuarakan tentang pentingnya keberagaman, root causenya udah pada tau lah ya, karena sebuah kasus which-shall-not-be-named (karena pasti mengundang debat kusir, which is, once again, I hate the most). Mulai banyak juga postingan-postingan yang berisi konten-konten keberagaman, mulai dari yang bentuknya meme sampe yang bentuknya video. Lucu aja sih, setelah sekian lama negara kita merdeka, baru muncul lagi tren keberagaman dengan euforia sebesar akhir-akhir ini.

Komen gue cuma satu:

Ini langkah yang sangat-saaaaangat baik bagi kemajuan Indonesia kedepannya.

Dan menurut gue, satu-satunya yang menghalangi progress ini cuma satu: radikalisme.

Yang gue maksud sebagai radikalisme disini ga cuma radikalisme agama lho, tapi juga kelompok liberal yang radikal, karena, apapun pahamnya, apapun idealismenya, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Ah, tanpa gue ngomong gini pun harusnya semua orang udah tau, it’s common sense ffs.

Continue reading “Exist to Coexist”

Seriously, though.

One day (several years ago, to be exact), I was looking at my blackberry phone and stare on my blackberry messenger’s feeds (procrastinating as usual), amidst of the abundant feeds, one of my friends changed her status, if I wasn’t forgot, she was quoting something which approximately said “If you want to be confident, be prepared, If you want to get rid of fear, be prepared”, It really caught my attention since at that time, my mind was in constant panic because of deadlines of some of my college’s projects, the quote kinda reminds me of a Roman proverb, “Praemonitus Praemunitus”, which literally means “Forewarned is Forearmed”, and yeah, I agree that preparation should be mandatory in terms of finishing any tasks, assignments, or projects.

But, In contrary, I’m not fully hinged on preparation that much, because on some (unfortunate) conditions, preparation would be useless, believe me, I’ve been facing a bunch of spontaneous “shit happens” moments and preparations didn’t provide any help, moreover, if I depends too much on preparation, my expectation will fly too high, but otherwise, I won’t get forearmed! I shit you not, this dilemma is still haunting me.

Well, I think this condition really fits for using Stockdale Paradox, which is to be open-minded to harsh facts and reality, but in the same time, keeps on struggling and believing that every problem gonna meet its ends, aaaaand yep, that’s a theory for ya, it’s easy to explain it but so damn difficult to implement it, Oops, sorry! difficult is not quite right, I mean it’s “not that easy” (gotta keep the positivity, folks!)

 

Ah, screw it, just stop procrastinating already.

Dear Hotheads,

Based on Dante Alighieri’s “The Divine Comedy”, There are seven deadly sins of humanity, I count every single one of them as horrible aspects of human nature, but nothing bothers me more than Wrath.

Don’t get me wrong, doesn’t mean that sins other than wrath is forgivable, all of them must be condemned, but, I don’t know, it’s just until now I still regard wrath as something that I don’t like the most from human.

If someone got angry over something then he/she will release their anger upon anything or anyone, then the anger will infect the victim, then the victim become another suspect, and the list goes on.. it spreads like a freaking virus, and it makes me sick, why don’t we just keep the anger within ourselves? Why don’t we? Why is it so hard for people to cultivate peace on their heated heads?

As Prophet Mohammed once said, if we don’t have anything good to say, it’s better to not say anything at all, but on the contrary, I often seen the otherwise, people just heartlessly stab anyone by their tongue in order to release their anger or even worse, which is to fulfill their egotistical pride, how terrible it is.

Well, Apparently I do agree with the idea that emotional intelligence is a really important competence for humans to possess, I (seriously) wish more people would associate patience with wisdom, and not making it contradictory by linking it with weakness.

Exquisite Mirage

Here comes another year, when people start to consider about what will be their next year’s resolutions, little did they know, we can’t always relies on resolutions in order to change behavior

But I gotta give ’em props for having the enthusiasm, because it’s not easy to have enough willing to change, there are many people whom aware of their weaknesses, but happily chose to stay in their comfort box, well, it’s purely humane, but undermining at the same time.

Don’t get me wrong, I’m totally not skeptic with new year’s resolutions (besides, I think this is a really reaally good tradition!), I just want to criticize the motive, because occasionally I saw people who show off their resolutions (in social media sites, precisely) just to tell people that they’re making a progress, whereas, the progress hasn’t really happened yet! THIS is the illusion which often made people thought that they have successfully reach an achievement, and finally satisfied with it, and done with it without actually finishing it.

Rational? Definitely not.

Just admit it, humans are irrational.

Continue reading “Exquisite Mirage”